Tampilkan postingan dengan label PRINCESS MAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRINCESS MAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

Narsisnya Park Shi Hoo





hasil googling di mbah google...
wkkk...kayanya nich pas pembuatan "PM"
sempet-sempet aja nich PSH ckckckck...

Jumat, 11 November 2011

SILSILAH RAJA SEJO (Princess Man)


Menurut jingga ada yang sedikit berbeda antara cerita versi Princess Man dengan sejarah aslinya. Di PM diceritakan P.Suyang memiliki 2 putri dan 1 putra, tetapi di sejarah di katakan P. Suyang memiliki 2 putra dan 1 putri dari Ratu Jeonghui dan 2 putra dari Selir Geun. Tapi, secara garis besar ceritanya sesuai dengan di sejarahnya. Walaupun kisahnya mengharu biru, tapi Raja Sejo adalah raja yang paling handal dari seluruh Raja yang pernah memerintah Joseon.

Buat yang mau tau sejarah aslinya silahkan baca di sini atau yang mau lebih lengkapnya lagi di sini.

Raja Sejo



Sejo dari Joseon (14171468, bertahta di tahun 1455-1468) adalah raja ketujuh dari Dinasti Joseon, Korea.

Lahir di tahun 1417 sebagai Yi Yu, putra kedua Raja Sejong yang Agung, ia menunjukkan kecakapan yang hebat di dalam memanah, menunggang kuda dan bela diri. Ia juga merupakan seorang komandan militer yang cerdas, meskipun ia sendiri tak pernah berada di barisan terdepan pada saat berperang. Ia menjadi Pangeran Besar Suyang di tahun 1428.


Diikuti oleh kematian Raja Sejong, saudara laki-laki Suyang yang berpenyakitan, Munjong, naik tahta namun ia meninggal tak lama kemudian. Mahkota diwariskan kepada putranya yang berusia 12 tahun, Danjong. Raja baru masih terlalu muda untuk memerintah negara, dan seluruh process politik dikontrol oleh Perdana Menterinya Hwangbo In dan Jenderal Kim Jongseo, yang saat itu adalah wakil Perdana Menteri. 


Karena Kim Jongseo dan faksinya menggunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kekuasaan atas para pejabat istana yang menentang banyak anggota keluarga kerajaan, tensi di antara Kim dan Suyang dengan hebat memuncak; tidak hanya Suyang sendiri, tapi adiknya -Pangeran Besar Anpyong- juga mencari kesempatan untuk mengambil kontrol kerajaan tersebut.


Suyang mengelilingi dirinya sendiri dengan sekutu yang terpercaya, termasuk penasehatnya yang terkenal Han Myeong-hoe. Han menganjurkan Suyang untuk mengambil alih pemerintahan di dalam sebuah kudeta, dan di bulan Oktober 1453, ia membunuh Kim Jongseo dan faksinya, kemudian mengambil kekuasaan ke dalam tangannya sendiri. Setelah kudeta berakhir, ia menawan saudara laki-lakinya Anpyong, pertama-tama mengirimnya ke pengasingan, kemudian mengeksekusinya. Akhirnya, di tahun 1455, ia memaksa keponakannya yang masih belia dan tak berdaya, Danjong untuk mengabdikasikan diri, mengumumkan dirinya sendiri raja ketujuh Dinasti Joseon. Kemudian ia menurunkan gelar Danjong menjadi pangeran dan memerintahkannya untuk di bunuh setelah adiknya, Pangeran Besar Geumsung, dan kemudian enam sarjana termasuk Seong Sam-mun, Pak Pang-nyeon, dan Yi Gae yang berencana untuk menyingkirkan Suyang dari kekuasaannya dan berusaha untuk mengembalikan Danjong ke atas tahta.

Meskipun telah merebut tahta dari keponakannya, menewaskan banyak orang di dalam proses, ia membuktikan dirinya sebagai salah satu penguasa yang paling mampu dan seorang administrator di dalam sejarah Korea. Pertama-tama, ia mengkukuhkan monarki yang didirikan oleh Raja Taejong, dengan melemahkan kekuasaan perdana menteri dan membawa staf langsung di bawah kontrol raja. Ia juga menguatkan sistem administratif, yang mana juga diperkenalkan oleh Taejong, memungkinkan pemerintah untuk menentukan jumlah populasi yang tepat dan efektif untuk memobilisasikan pasukan secara efektif. 

Seperti Taejong, ia juga keras dalam menghadapi kebijakan asing, menyerang Jurchen di bagian depan utara di tahun 1460 (오랑캐/兀良哈) dan di tahun 1467 (호리개/胡里改). Ia juga merevisi aturan-aturan dasar untuk meningkatkan perekonomian nasional. Ia mengeksekusi sarjana-sarjana dari era Raja Sejong untuk pemberontakan melawannya, namun mendukung publikasi buku-buku sejarah, ekonomi, pertanian, dan agama. Yang lebih penting lagi, ia mengkompilasi kode besar untuk administrasi negara, yang menjadi landasan pemerintahan dinastik dan menyediakan bentuk pertama hukum konstitusional di dalam bentuk tertulis di Korea. Ia wafat di tahun 1468, dan tahta diwariskan kepada putranya yang lemah, Yejong.



Sumber : Wikipedia, google

Sabtu, 15 Oktober 2011

Happy Ending Princess Man

The KBS2 Monday-Tuesday drama "The Princess' Man" has come to a happy ending on October 6, while keeping tension high until the end.

On the last episode, Kim Seung-yoo (Park Si-hu) stands face to face with Shin Myeon (Song Jong-ho) in a battle between rebels and government troops, but Shin Myeon protects Seung-yoo by taking all the arrows targeting him and dies.

As the rebels win the battle, Seung-yoo thinks that their victory must have caused confusion in the capital and sets out for it to take the life of Su-yang, who stole the throne by force. He learns that Su-yang is visiting a temple and goes there to confront him.


Scenes where Seung-yoo and Shin Myeon engages in a battle
Finding Su-yang sitting alone in a dark temple hall, Seung-yoo points a sword at him and tells him, "You will be weary and lonely forever. Even if I fail, there will be another man rising against you, and even if he fails, another man will rise against you again."

But Su-yang, not shaken or afraid at all, tries to use his daughter Se-ryeong, who has fallen in love with Seung-yoo, to reverse the situation, saying, "If you kill me, it will torment Se-ryeong. Just as I got rid of many people to take power, you are also taking as many people's lives in the name of revenge for your father." He also tells him that Se-ryeong has become pregnant with his baby, making Seung-yoo feel agitated while buying some time for his troops to arrive.


Scenes where Seung-yoo faces death and Se-ryeong tries to save him
As he intends, the troops arrive and arrest Seung-yoo. Su-yang tells him, "If you, the son of Kim Jong-seo [the revered former prime minister he killed in the process of usurping the throne], acknowledge me as king, I will not only spare your life but also let you and Se-ryeong move to a far-away place and live together."

But Seung-yoo refuses his offer by spitting at him. Becoming furious, Su-yang orders his men to execute him, but Se-ryeong in time appears and stops it.

Se-ryeong's mother tells Se-ryeong to persuade Seung-yoo to lie against his faith for his life, but, visiting him in prison, she does not do so. Instead, she comforts him and promises to stand by him no matter what.

In the next scene, Seung-yoo's friends stand in front of a grave and pay tribute to Seung-yoo and Se-ryeong, suggesting the couple has died together.



Scenes where Su-yang finds Seung-yoo and Se-ryeong living happily together
But that was not the ending. With some years passing, Su-yang, who has become fragile and weak, goes to a rural town for recuperation. He sees a man who looks exactly like Seung-yoo passing by with a little girl. Going after him, he finds that it is indeed Seung-yoo living with Se-ryeong. He belatedly realizes that his wife had lied to him that Se-ryeong took her own life after Seung-yoo was dead and helped them run away to live a hidden life together. Shedding tears to see the two living happily, Su-yang feels grateful to his wife.


Although Seung-yoo has lost his vision, Se-ryeong stands by him as she promised. They have realized the true love they believed in, which is to share not only life but also death without any hesitation.

belum nonton KDrama yang satu ini, padahal pengen banget..
nyari DVD nya g dapet2..
baru bisa baca recap2nya doang

sumber : copas www.viki.com