Tampilkan postingan dengan label KOREA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOREA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

KENANGAN DI SUNGKYUNKWAN SKANDAL

Akhirnya setelah berkali-kali nonton SKKS, inilah yang tersisa...


 Berbagai Ekspresi Go Yoong Ha

Indahnya Persahabatan Moon Jae Shin dan Go Yoong Ha
(ga' salah kalau mereka dapet penghargaan best couple, bener2 serasi. Ngalah-ngalahin pasangan yang sebenarnya Garang dan Daemul)

true couple (Garang & Daemul)

Senin, 28 November 2011

QUEEN INSOO











Setelah Princess Man, Saeguk selanjutnya yang q nantikan...
Ini dia... Queen Insoo dengan T_Ara Eunjung pemerannya...

Tapi udah beberapakali googling di om google ato pun wikipedia

masih belum nemu sejarahnya si Ratu Cantik ini...
hmmm....bikin makin penasaran aja...

Jumat, 11 November 2011

SILSILAH RAJA SEJO (Princess Man)


Menurut jingga ada yang sedikit berbeda antara cerita versi Princess Man dengan sejarah aslinya. Di PM diceritakan P.Suyang memiliki 2 putri dan 1 putra, tetapi di sejarah di katakan P. Suyang memiliki 2 putra dan 1 putri dari Ratu Jeonghui dan 2 putra dari Selir Geun. Tapi, secara garis besar ceritanya sesuai dengan di sejarahnya. Walaupun kisahnya mengharu biru, tapi Raja Sejo adalah raja yang paling handal dari seluruh Raja yang pernah memerintah Joseon.

Buat yang mau tau sejarah aslinya silahkan baca di sini atau yang mau lebih lengkapnya lagi di sini.

Raja Sejo



Sejo dari Joseon (14171468, bertahta di tahun 1455-1468) adalah raja ketujuh dari Dinasti Joseon, Korea.

Lahir di tahun 1417 sebagai Yi Yu, putra kedua Raja Sejong yang Agung, ia menunjukkan kecakapan yang hebat di dalam memanah, menunggang kuda dan bela diri. Ia juga merupakan seorang komandan militer yang cerdas, meskipun ia sendiri tak pernah berada di barisan terdepan pada saat berperang. Ia menjadi Pangeran Besar Suyang di tahun 1428.


Diikuti oleh kematian Raja Sejong, saudara laki-laki Suyang yang berpenyakitan, Munjong, naik tahta namun ia meninggal tak lama kemudian. Mahkota diwariskan kepada putranya yang berusia 12 tahun, Danjong. Raja baru masih terlalu muda untuk memerintah negara, dan seluruh process politik dikontrol oleh Perdana Menterinya Hwangbo In dan Jenderal Kim Jongseo, yang saat itu adalah wakil Perdana Menteri. 


Karena Kim Jongseo dan faksinya menggunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kekuasaan atas para pejabat istana yang menentang banyak anggota keluarga kerajaan, tensi di antara Kim dan Suyang dengan hebat memuncak; tidak hanya Suyang sendiri, tapi adiknya -Pangeran Besar Anpyong- juga mencari kesempatan untuk mengambil kontrol kerajaan tersebut.


Suyang mengelilingi dirinya sendiri dengan sekutu yang terpercaya, termasuk penasehatnya yang terkenal Han Myeong-hoe. Han menganjurkan Suyang untuk mengambil alih pemerintahan di dalam sebuah kudeta, dan di bulan Oktober 1453, ia membunuh Kim Jongseo dan faksinya, kemudian mengambil kekuasaan ke dalam tangannya sendiri. Setelah kudeta berakhir, ia menawan saudara laki-lakinya Anpyong, pertama-tama mengirimnya ke pengasingan, kemudian mengeksekusinya. Akhirnya, di tahun 1455, ia memaksa keponakannya yang masih belia dan tak berdaya, Danjong untuk mengabdikasikan diri, mengumumkan dirinya sendiri raja ketujuh Dinasti Joseon. Kemudian ia menurunkan gelar Danjong menjadi pangeran dan memerintahkannya untuk di bunuh setelah adiknya, Pangeran Besar Geumsung, dan kemudian enam sarjana termasuk Seong Sam-mun, Pak Pang-nyeon, dan Yi Gae yang berencana untuk menyingkirkan Suyang dari kekuasaannya dan berusaha untuk mengembalikan Danjong ke atas tahta.

Meskipun telah merebut tahta dari keponakannya, menewaskan banyak orang di dalam proses, ia membuktikan dirinya sebagai salah satu penguasa yang paling mampu dan seorang administrator di dalam sejarah Korea. Pertama-tama, ia mengkukuhkan monarki yang didirikan oleh Raja Taejong, dengan melemahkan kekuasaan perdana menteri dan membawa staf langsung di bawah kontrol raja. Ia juga menguatkan sistem administratif, yang mana juga diperkenalkan oleh Taejong, memungkinkan pemerintah untuk menentukan jumlah populasi yang tepat dan efektif untuk memobilisasikan pasukan secara efektif. 

Seperti Taejong, ia juga keras dalam menghadapi kebijakan asing, menyerang Jurchen di bagian depan utara di tahun 1460 (오랑캐/兀良哈) dan di tahun 1467 (호리개/胡里改). Ia juga merevisi aturan-aturan dasar untuk meningkatkan perekonomian nasional. Ia mengeksekusi sarjana-sarjana dari era Raja Sejong untuk pemberontakan melawannya, namun mendukung publikasi buku-buku sejarah, ekonomi, pertanian, dan agama. Yang lebih penting lagi, ia mengkompilasi kode besar untuk administrasi negara, yang menjadi landasan pemerintahan dinastik dan menyediakan bentuk pertama hukum konstitusional di dalam bentuk tertulis di Korea. Ia wafat di tahun 1468, dan tahta diwariskan kepada putranya yang lemah, Yejong.



Sumber : Wikipedia, google

Senin, 07 November 2011

SINOPSIS DRAMA SAEGUK

Drama Jang Geum yang dulu tayang di ikan terbang adalah cinta pertama q pada saeguk. Drama korea pertama kali yang benar-benar membuat q jatuh hati pada korea dan kebudayaannya. Dari saeguklah q banyak belajar mengenai sejarah korea, hingga pada Queen Seandouk q benar-benar cinta mati dan sebagai pengobat rindu q Iljimae (soalnya ada Lee Jun Ki disitu xixixi...). Nah, tuk melengkapi hobi q pada saeguk, ini ada link sinopsis-sinopsis drama korea spesia saeguk...ce ki dot...













sebenarnya masih banyak saeguk lain, mungkin lain waktu di buat linknya. Sebenarnya sich, cuma buat jaga-jaga kalau2 lupa alamat blognya. soalnya nich lagi sibuk2nya, so belum sempet2 baca2 sinop lagi. walaupun sebenarnya sebagian juga udah di tonton, tp tetep sesekali pengen baca sinopnya.

Kamis, 03 November 2011

RAJA SEJONG

Raja Sejong atau disebut dengan Raja Sejong Yang Agung (Sejong Dae Wang) (7 Mei 1397 – 18 Mei 1450, berkuasa 1418 - 1450) adalah seorang raja yang ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea. 

Raja Sejong sangat terkenal karena jasanya dalam menciptakan abjad Korea, Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja. Raja Sejong adalah penguasa Korea kedua yang mendapatkan gelar Raja Yang Agung atau Raja Besar setelah Raja Gwanggaeto dari Kerajaan Goguryeo. Sejong adalah putra ke-3 dari Raja Taejong. Saat berusia 12 tahun, ia bergelar Pangeran Besar Chungnyeong' (忠寧大君) dan menikahi seorang putri pejabat Shim On (沈溫) dari Cheongsong (靑松), yang bernama Permaisuri Shim (沈氏), yang kemudian dikenal dengan Ratu Soheon (昭憲王后). Sebagai pangeran muda, Sejong dikenal sangat cerdas dalam berbagai bidang pelajaran sehingga lebih disayangi ayahandanya daripada kedua kakak lelakinya.

Peristiwa pengangkatan Sejong menjadi raja sangat berbeda dengan raja-raja Joseon lainnya. Pangeran tertua yang merupakan kakak Sejong, Yangnyeong (양녕대군), menganggap dirinya tidak berbakat menjadi seorang raja, begitu pula dengan Pangeran Hyoryeong (효령대군), ia menganggap tugasnyalah untuk menjadikan adiknya seorang raja. Jadi mereka berdua bersikap buruk di istana agar Raja tidak memilih mereka menjadi calon raja. Pangeran Yangnyeong keluar dari istana menjadi seorang pengelana dan tinggal di gunung. Sementara pangeran kedua memutuskan untuk menjadi seorang biksu di kuil di luar istana. 

Pada bulan Agustus 1418, Raja Taejong turun tahta dan Sejong menggantikannya sebagai raja yang baru. Namun begitu, Taejong masih memiliki kekuasaan dalam istana, terutama dalam bidang militer sampai wafatnya ia tahun 1422. 

Raja Sejong adalah seorang ahli militer yang brilian. Pada bulan Mei 1419, dibawah bantuan Taejong, Sejong melakukan Ekspedisi Timur Gihae ke Tsushima untuk membasmi para perompak Jepang yang telah meresahkan rakyat pesisir Joseon. Dalam invasi itu, 700 perompak berhasil dibunuh, sementara 110 ditangkap dan 180 tentara Joseon tewas. Sebanyak 140 orang Cina yang diculik berhasil dilepaskan. Pada bulan September 1419 Daimyo Tsushima, Sadamori, menyatakan takluk kepada Joseon. 

Dalam masa pemerintahannya, Jang Yeong-sil (蔣英實) menjadi terkenal sebagai seorang ilmuwan besar. Jang dikenal sebagai anak muda yang jenius walau memiliki status sosial rendah. Taejong, ayah Sejong, mengetahui Jang sangat berbakat dan memanggilnya ke istana. Raja Sejong berencana memberikan Jang sebuah posisi di pemerintahan dan mendanai penelitiannya namun ditolak kalangan pejabat istana yang meragukan seseorang dari kelas bawah. Atas dukungan Raja Sejong Jang Yeong-sil berhasil menciptakan desain jam air, peralatan militer dan jam matahari.Namun prestasi terbesarnya adalah pada tahun 1442, saat ia berhasil menciptakan alat pengukur hujan yang pertama di dunia; namun begitu model ciptaanya tidak bertahan. Namun alat pengukur hujan tertua dari Asia Timur dibuat dari masa pemerintahan Raja Yeongjo tahun 1770.

Berdasarkan teks Kitab Harian Sekretariat Kerajaan (Seungjeongwon ilgi;承政院日記), Raja Yeongjo ingin menciptakan kembali berbagai penemuan yang dibuat pada masa Raja Sejong saat ia meneliti kronik-kronik Raja Sejong. Ia menemukan catatan mengenai penemuan alat pengukur hujan, maka Raja Yeongjo memerintahkan untuk membuat reproduksinya.

Karena tahun penemuan kembali alat ini adalah naiknya Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing di Cina (berkuasa 1735–1796), banyak yang mengetahui bahwa alat pengukur hujan pertama berasal dari Cina. Sejong merombak sistem kalender Korea yang saat itu didasarkan pada garis lintang ibukota Cina. Untuk pertama kalinya, ia membuat kalender yang didasarkan pada posisi utama garis lintang ibukota Joseon, Seoul, dengan bantuan para astronomisnya. Sistem baru ini membuat para astronomis dapat melakukan prediksi yang sangat tepat akan datangnya peristiwa gerhana matahari dan bulan.


sumber : Wikipedia.com

Sabtu, 15 Oktober 2011

Happy Ending Princess Man

The KBS2 Monday-Tuesday drama "The Princess' Man" has come to a happy ending on October 6, while keeping tension high until the end.

On the last episode, Kim Seung-yoo (Park Si-hu) stands face to face with Shin Myeon (Song Jong-ho) in a battle between rebels and government troops, but Shin Myeon protects Seung-yoo by taking all the arrows targeting him and dies.

As the rebels win the battle, Seung-yoo thinks that their victory must have caused confusion in the capital and sets out for it to take the life of Su-yang, who stole the throne by force. He learns that Su-yang is visiting a temple and goes there to confront him.


Scenes where Seung-yoo and Shin Myeon engages in a battle
Finding Su-yang sitting alone in a dark temple hall, Seung-yoo points a sword at him and tells him, "You will be weary and lonely forever. Even if I fail, there will be another man rising against you, and even if he fails, another man will rise against you again."

But Su-yang, not shaken or afraid at all, tries to use his daughter Se-ryeong, who has fallen in love with Seung-yoo, to reverse the situation, saying, "If you kill me, it will torment Se-ryeong. Just as I got rid of many people to take power, you are also taking as many people's lives in the name of revenge for your father." He also tells him that Se-ryeong has become pregnant with his baby, making Seung-yoo feel agitated while buying some time for his troops to arrive.


Scenes where Seung-yoo faces death and Se-ryeong tries to save him
As he intends, the troops arrive and arrest Seung-yoo. Su-yang tells him, "If you, the son of Kim Jong-seo [the revered former prime minister he killed in the process of usurping the throne], acknowledge me as king, I will not only spare your life but also let you and Se-ryeong move to a far-away place and live together."

But Seung-yoo refuses his offer by spitting at him. Becoming furious, Su-yang orders his men to execute him, but Se-ryeong in time appears and stops it.

Se-ryeong's mother tells Se-ryeong to persuade Seung-yoo to lie against his faith for his life, but, visiting him in prison, she does not do so. Instead, she comforts him and promises to stand by him no matter what.

In the next scene, Seung-yoo's friends stand in front of a grave and pay tribute to Seung-yoo and Se-ryeong, suggesting the couple has died together.



Scenes where Su-yang finds Seung-yoo and Se-ryeong living happily together
But that was not the ending. With some years passing, Su-yang, who has become fragile and weak, goes to a rural town for recuperation. He sees a man who looks exactly like Seung-yoo passing by with a little girl. Going after him, he finds that it is indeed Seung-yoo living with Se-ryeong. He belatedly realizes that his wife had lied to him that Se-ryeong took her own life after Seung-yoo was dead and helped them run away to live a hidden life together. Shedding tears to see the two living happily, Su-yang feels grateful to his wife.


Although Seung-yoo has lost his vision, Se-ryeong stands by him as she promised. They have realized the true love they believed in, which is to share not only life but also death without any hesitation.

belum nonton KDrama yang satu ini, padahal pengen banget..
nyari DVD nya g dapet2..
baru bisa baca recap2nya doang

sumber : copas www.viki.com

Rabu, 05 Oktober 2011

Kangen ma My Princcess





cantik banget eunni satu ini, ampe g bosen2 liatnya..
pa lagi dede'nya cute abisss... ^^